Foto : PEH TN Bunaken 2024
Status Perlindungan
P 106
Tidak Dilindungi
IUCN
LC
CITES
-
Api-Api Putih | Avicennia marina
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Lamiales
Family : Acanthaceae
Genus : Avicennia
Species : Avicennia marina
Deskripsi
Avicennia marina atau yang dikenal sebagai api-api putih merupakan salah satu spesies mangrove yang umum ditemukan di kawasan pesisir, termasuk di ekosistem mangrove Grand Luley.
Tumbuhan ini dapat berupa semak maupun pohon dengan tinggi mencapai 12 hingga 20 meter. Keberadaannya sangat penting dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir serta menjadi pelindung alami dari abrasi.
Ciri-Ciri
Tinggi pohon berkisar 12–20 meter
Daun berbentuk elips dengan ujung tumpul
Panjang daun sekitar 7 cm, lebar 3–4 cm
Permukaan atas daun berwarna hijau mengkilap
Permukaan bawah daun berwarna hijau keabu-abuan
Bunga majemuk, terdiri dari 8–14 bunga per tangkai
Buah berbentuk bulir menyerupai mangga kecil (±1 cm)
Memiliki akar pasak (pneumatofora) berbentuk seperti pensil
Habitat & Adaptasi
Avicennia marina tumbuh di kawasan pesisir dengan kondisi tanah berlumpur dan kadar garam tinggi. Spesies ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan ekstrem seperti air asin dan pasang surut.
Akar pasaknya membantu proses pernapasan di lingkungan yang minim oksigen serta berperan dalam menstabilkan sedimen di sekitar pantai.
Pemanfaatan
Tumbuhan ini juga memiliki berbagai manfaat bagi manusia, antara lain:
Buah dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan
Daun digunakan sebagai pakan ternak
Digunakan sebagai bioformalin alami
Berpotensi sebagai obat untuk kulit terbakar
Peran dalam Ekosistem
Sebagai salah satu spesies mangrove utama, Avicennia marina memiliki peran penting, di antaranya:
Melindungi garis pantai dari abrasi
Menstabilkan tanah dan sedimen pesisir
Menjadi habitat bagi berbagai organisme
Mendukung keanekaragaman hayati pesisir
Temukan di Alam
Avicennia marina dapat ditemukan di kawasan mangrove Grand Luley, terutama pada area pesisir dengan substrat lumpur. Kehadirannya menjadi salah satu indikator penting dari ekosistem mangrove yang sehat.
“Di antara lumpur dan air asin, ia tumbuh tenang, menjaga pesisir tanpa pernah meminta perhatian.”


